denting memasung

denting, tak bisa lepas dari pikiran
denting tentang langkah yang meragu
melantun dengan tempo yang berantakan
denting yang seakan meresapi sebuah lagu

udara, cahaya, suara seakan terpaku
enggan mengikuti derap waktu
berusaha mendengkur lirih
berusaha tetap merepih

selarik saja sudut mataku
menangkap bayangmu
sekejap pula denyutku berhenti
sebentar saja anganku
mendendangkan senyummu
seakan seluruh indera mati

jarak membentang
batas melintang
dinding meregang
rindu mengekang…

Status

degup yang berubah..

sebelumnya hariku biasa saja
seperti hari yang di mulai dan di akhiri
hanya dengan denting waktu
dan sesekali hembusan kering angin sunyi

baru sedikit purnama, kamu hadir
dari tatap yang terbiasa tak ada
dari sudut mataku yang terlanjur sendu

pikiran yang terlampau sering berkelana
hati yang tersengguk disudut yang gelap
raga yang semakin terpasung
mungkin rindu pada tujuan hampa

degup itu lebih kencang dari biasanya
sedikit demi sedikit..
entah..
semakin cepat
atau
semakin kuat..

tapi..seakan..
mata hanya mampu memandang
lalu terbuang penuh sipu yang disamarkan..
pikiran hanya mampu melintaskan imaji
lalu seperti patung terhenti..takut akan akhirnya..

hati yang terlanjur terpukau..terpikat..
bukan hanya tentang parasnya yang semakin jelita..bukan hanya tentang senyumnya yang semakin meraja..

jakarta, 14 desember 2016
irine sarha iris

Status